Kondisi-Kondisi Yang Mempersulit Dalam Kegiatan Sondir Tanah

Saat melakukan uji tanah dengan metode sondir, proses yang dilakukan adalah :

  1. Menancapkan angkur sebagai penguat alat bor.
  2. Merakit bagian-bagian alat sondir sehingga alat sondir dapat beroperasi.
  3. Memastikan alat sondir tidak goyah dan tegak lurus, hal ini bertujuan supaya pipa atau stang bor yang ditancapkan nantinya tidak miring.
  4. Melakukan sondir tanah dengan menancapkan pipa / stang bor ke tanah dan mencatat jarum penunjuk pada manometer setiap pipa masuk 20 cm.
  5. Kegiatan sondir selesai ketika ujung konus sudah mengenai tanah keras sesuai kebutuhan. Bisa dilihat pada angka tekanan pada manometer.
  6. Mencabut pipa / stang dari dalam tanah satu persatu sampai habis.
  7. Melepaskan bagian-bagian alat sondir sehingga mudah dalam mobilisasi.
  8. Mencabut angkur.
Kegiatan urutan sondir di atas saat di lapangan ternyata tidak selalu berjalan lancar. Ada beberapa kendala yang megakibatkan salah satu kegiatan tidak dapat dikerjakan sebagaimana seharusnya. Akibat adanya kedala ini maka ada kegiatan yang tersendat pelaksanaannya. Tentu saja akan mengakibatkan proses keseluruhan menjadi terhambat. Berikut hal-hal atau kendala-kendala yang biasa terjadi dilapangan :

Pembuatan lubang bor pada lantai cor
  1. Permukaan tanah sudah berubah. Perubahan yang biasa adalah tanah sudah di urug dengan tanah / barangkal / puing, atau tanah sudah ditutup dengan semen beton / keramik. Kondisi yang paling sulit adalah urugan puing bekas tembok dan tanah ditutup semen beton. Apabila tanah diurug dengan puing bekas tembok maka kita harus bersihkan dulu puingnya minimal selebar 1,5 m2 dengan kedalaman sampai tanah asli. Demikian juga apabila tanah sudah ditutup semen beton/keramik, semen harus dihancurkan dahulu, dibuat lubang dengan diameter minimal 40 cm sehingga tanah aslinya kelihatan. Jumlah lobang yang dibuat sebanyak 3 buah, yaitu untuk angkur 2 buah dan untuk pipa bor 1 buah.
  2. Permukaan tanah miring. Apabila permukaan tanah miring maka akan mengakibatkan alat sondir miring sehingga pipa bor akan miring juga. Pada posisi seperti ini pembacaan konus tidak akan optimal. Solusinya dengan membuat permukaan tanah menjadi datar dengan menggunakan cangkul atau menganjal bagian yang lebih rendah dengan balok kayu.
  3. Tanah permukaan terlalu lembek. Kesulitan dalam kondisi seperti ini adalah angkur tidak dapat menancap dengan kuat sehingga akan terangkat meskipun takanan belum mencapai angka maksimal. Solusi yang dapat di coba antara lain dengan menambahkan beban diatas dudukan mesin. Beban dapat berupa karung berisi tanah/pasir atau beban lain seperti menggunakan kendaraan berat. Selain itu dapat juga menggunakan angkur yang lebih banyak dari biasanya, menggunakan 4 angkur atau lebih.
  4. Pantai atau rawa. Melakukan sondir tanah di rawa atau pantai masalah utamanya adalah bagaimana meletakan alat sondir dan tempat melaksanakan kegiatan sondir, karena tidak mungkin mendirikan alat sondir di dalam air. Solusi yang biasa digunakan adalah dengan membuat bagan di atas air. Bagan terbuat dari bambu yang ditancapkan sampai tanah dasar air. Alat sondir tidak perlu menggunakan angkur, cukup di ikat pada bagan yang dijadikan dudukan.
  5. Terdapat batu di dalam tanah. Apabila ujung konus terbentur batu yang tidak dapat ditebus maka kegiatan sondir dihentikan dan harus pindah ke titik terdekat di sekitar titik lama. Namun adakalanya batu yang ada bukan batuer besar sehingga saat terbentur ujung konus batu tersebut dapat tersingkir. 

Permukaan tanah yang miring harus dibuat datar

Pembebanan pada alat sondir karena tanah lembek tidak mampu menahan angkur



Subscribe to receive free email updates:

Hubungi Kami

Telepon / WA : 0821 2686 2689