Layanan

Kami menerima pengerjaan sondir dan boring tanah yang berkaitan dengan penelitian tanah antara lain :

1. Sondir / CPT


Dutch cone penetration atau yang umumnya disebut pekerjaan penyondiran adalah suatu pekerjaan yang dilakukan dengan sederhana dengan alat sondir.

Pada pekerjaan ini dilakukan dengan cara manual yakni dengan menekan rangkaian stang yang pada ujungnya telah dipasang konus dengan alat DCP test type Bigemenn atau tipe Goda, dimana dalam pekerjaan ini ketelitian atau keakuratan data berdasarkan kepiawaian pelaksana dimana pekerjaan ini sangat dipengaruhi oleh tegak lurus rangkaian stang sondir, panjang rods dan kalibrasi manometer, kehati-hatian merupakan tolak ukur pekerjaan ini, karena pada pekerjaan ini litologi tidak didapatkan akan tetapi dapat diketahui berdasarkan pengalaman dan besarnya nilai perlawanan ujung konus dan besarnya hambatan lekat. 

Pengujian DCPT tanah keras dideskripsikan berdasarkan nilai konsistensi perlawanan konus 200 kg cm2 sehingga pekerjaan ini layaknya digunakan untuk tanah kohesif sedangkan untuk tanah unkohesif kurang begitu layak, hal ini karena besar diameter ujung konus lebih kecil daripada diameter ukuran butir pasir yang akan menyebabkan bacaan monometer meningkat (tinggi). 

2. Boring 


Penyelidikan tanah dengan metode ini bertujuan menentukan jenis dan sifat-sifat tanah (soil properties) pada lokasi yang akan dibangun pondasi dari tiap tebal lapisannya. Pengambilan sample tanah ini dikenal dengan sebutan undisturbed soil sample (pengambilan tanah tidak terganggu). 

Pengambilan sample tanah ini adalah dengan cara menge-bor sampai kedalaman tertentu dengan menggunakan tabung (pipa) logam berongga kedalam tanah. Di proyek transmisi biasanya dengan metode Hand Auger (manual), kedalaman umum dengan cara ini bisa sampai 5-6m, kedalaman ini mungkin memadai untuk penyelidikan tanah pondasi pada tipe pad and chimney. Tapi tentu saja tidak cukup untuk rencana pondalam (pile foundation), untuk itu dengan pengeboran dengan mesin diperlukan (deep boring). Lembaga penyelidikan tanah seperti halnya konsultan tanah, lembaga PU (Pekerjaan Umum) dan universitas2 tertentu yang memiliki peralatan dan laboratorium mekanika tanah biasanya jasa mereka selalu dimanfaatkan dalam melakukan investigasi ini.

Dalam spesifikasi proyek TL, jumlah titik  penyelidikan umumnya dilakukan pada tiap lokasi tower jenis tension atau satu titik tiap jarak 10 km jalur, ataupun berdasarkan usulan kontraktor atau klien dalam penentuan jumlah titik dan lokasinya. Biasanya pekerjaan bor ini melengkapi hasil penyelidikan tanah dengan cara sondir, artinya sondir dilakukan terlebih dahulu. Kelemahan boring adalah kesulitan untuk menembus lapisan batuan, untuk lapisan batuan diperlukan cara penyelidikan khusus yaitu core drill.

Tabung-tabung dimasukkan (ditekan/push) kedalam tanah, dengan cara menyambung ujung-ujungnya bagian demi bagian sampai kedalaman yang dikehendaki. Sample tanah yang berada dalam tiap bagian tabung selanjutnya dijaga dan dirawat (ujung-ujung pipa yang berisikan tanah ditutup dengan bahan khusus/lilin), untuk kemudian dibawa ke laboratorium penyelidikan tanah. Umumnya untuk menghemat, tidak seluruh tanah pada tiap lapisan yang dibawa ke laboratorium, hanya tanah pada lapisan kedalaman desain rencana saja yang dibutuhkan, mungkin saja sample pada kedalaman 3-4 m.

Hasil uji dilaboratorium akan memberikan beberapa soil data/parameter penting yang dibutuhkan dalam perhitungan desain pondasi. Untuk itu dipilih beberapa metode pengujian saja di laboratorium yang akan menghasilkan data tanah yang diperlukan.

Data tersebut antara lain :

1. Indeks tanah (Y, w, e, gs, dll) :

- Pengukuran volume dan berat benda uji
– Uji saringan (sieve analysis test)
– Atterberg Test

2. Kuat Geser Tanah (c, Φ):

- Triaxial Test (UU,CU,CD)
– Direct Shear Test
– Unconfined Compression Test


Anda membutuhkan jasa boring atau sondir silahkan hubungi kami klik disini.

Hubungi Kami

Telepon / WA : 0821 2686 2689